A.
PENDAHULUAN
Pancasila sebagai filsafat bangsa/negara dihubungkan
dengan fungsinya sebagai dasar negara, yang merupakan landasan ideal bangsa
Indonesia dan negara republik Indonesia dapat disebut pula sebagai ideologi
nasional atau disebut juga sebagai ideologi negara. Artinya pancasila merupakan
ideologi yang dianut oleh negara (penyelenggaraan negara dan rakyat) Indonesia
secara keseluruhan, bukan milik atau monopoli seseorang atau sekelompok orang,
disamping masih adanya beberapa ideologi yang dianut oleh masyarakat indonesia
yang lain sepanjang tidak bertentangan dengan ideologi negara, sebab pancasila
merupakan kristalisasi nilai-nilai kebenaran yang telah dipilih oleh para
pendiri negara ini, yang mana lima dasar atau lima silanya merupakan satu rangkaian
kesatuan yang tidak terpisahkan walaupun terbedakan sebagai dasar dan ideologi
pemersatu.
Sebagai suatu rumusan dasar filsafat negara atau dalam
kedudukan sebagai ideologi negara yang dikandung oleh pembukaan UUD 1945 ialah
pancasila. Rumusan pancasila itu dapat pula disebut sebagai rumusan dasar cita
negara (staatidee) dan sekaligus dasar dari cita hukum (rechtidee) negara
republik Indonesia.
Sebagai cita negara, ia dirumuskan berdasarkan cita yang
hidup di dalam masyarakat (volksgeemenshapidee) yang telah ada sebelum negara
itu didirikan. Memang sebelum negara republik indonesia berdiri, masyarakat
telah ada sejak berabad-abad silam. Terbentuknya suatu masyarakat pada umumnya
terjadi secara alamiah.masyarakat kemudian mengembangkan citanya sendiri, yang
berisi cita-cita, harapan-harapan, keinginan-keinginan, norma-norma dan bentuk-bentuk ideal masyarakat yang
dicita-citakannya. Cita negara dirumuskan berdasarkan cita yang hidup dalam
masyarakat yang tadi sebagai hasil refleksi filosofis.
Petanyaan yang mendasar dan ilmiah adalah Apakan
pancasila itu sebagai ideologi? Dan jika sebagai ideologi apakah sebagai
ideologi tertutup atau ideologi terbuka dan di mana letak terbukanya?
Secara wacana akademik istilah ideologi pada awalnya
digunakan oleh seorang filsuf Prancis, ANTOINE DETUTT DE TRACY, yang
diartikannya “ilmu pengetahuan mengenai gagasan-gagasan (science of ideas).
Istilah ini mula-mula mengandung konotasi politik karena pengguanaannya
berhubungan dengan epistmologi ilmu pengetahuan.
Dalam sejarahnya istilah ideooggi baru behubungan dengan
kehidupan politik setelah Napoleon Bonaparte dari Prancis menanamkan semua
orang yang menentang gagasan-gagasan “patriotik” yang dikemukakannya sebagai
hukum “ideologis”. Bagi Napoleon, ideologi adalah pemikiran-pemikiran khayali
kaum idealis yang menghalang-halangi pencapaian tujuan-tujuan revolusioner.
Istilah ini semakin popular pada abad peprtengahan ke-19
setelah Karl Marx menerbitkan buku german Ideology. Menurut ideologi hanyalah
kesadaran yang palsu, ideologi adalah kesadaran sebua ideologi kelas sosial dan
ekonomi dalam masyarakat demi memperahankan kepantingan-kepentingan mereka.
Dan sejarah mencatat, sebagai akibat yang ditimbulkan
oleh ideologi KARL MARX sejak kemenangan revolusi kaum Bolsjevic di Rusia pada
tahun 1926 sampai masa keruntuhan komunisme pada tahun-tahun belakangan in.
Kajian komprehensif dari sosiologi pengetahuan mengenai ideologi dipelopori
oleh KARL MANNHEIM. Tokoh ini meneria dasar pemikiran Karl Marx bahwa ideologi
adalah “kesadaran kelas”. Mann Heim membuat dua kategori ideologi, yaitu:
Pertama, ideologi yang bersifat particural.
Kedua, ideologi yang bersifat menyeluruh pada kategori pertama
dimaksudkannya sebagai keyakinan-keyakinan yang tersusun secara sistematis dan
terkait erat dengan kepentingan suatu kelas sosial dalam masyarakat.
Sedangkan pada kategori kedua diartikannya sebagi suatu
sistem pemikiran yang menyeluruh mengenai semua aspek keidupan sosial. Ideologi
dalam kategori ini bercita-cita melakukan transformasi sosial secara
besar-besaran menuju bentuk tertentu. Jadi Mann Heim menganggap ideologi pada
kaegori kedua ini tetap berada dalam batas-batas yang realistik dan berbeda
dengan “utopia” yang hanya berisi gagasan-gagasan besar yang hampir tidak
mungkin dapat diwujudkan.
B.
MAKSUD DAN TUJUAN
Tujuan pelaksanaan seminar ini adalah
untuk meningkatkan pengetahuan bagi
seluruh lapisan masyarakat tentang ideologi pancasila dan UDD 1945 sebagai dasar
negara republik Indonesia. Sebagai suatu rumusan dasar filsafat negara atau dalam
kedudukan sebagai ideologi negara yang dikandung oleh pembukaan UUD 1945.
C.
NAMA, BENTUK DAN TEMA KEGIATAN
1. Nama
Kegiatan
Seminar Ideologi
Pancasila
2. Tema
Kegiatan
Aktualisasi
Pengamalan Pancasila dan UUD 1945
sebagai Ideologi Bangsa dan Negara
D.
SUB TEMA, NARA SUMBER DAN PESERTA
1. Sesi
I
a.
Tema: “Nilali-nilai Pancasila sebagai
Dasar dan Ideologi Negara”
b.
Nara Sumber:
-
PEMATERI 1 ORANG
DOSEN, 1 ORANG AKTIFIS LSM
2. Sesi
II
a.
Tema:
“Pancasila sebagai Ideologi Terbuka dalam Menghadapi Era
Globalisasi”
b.
Nara
Sumber:
·
PEMATERI 1 ORANG
DOSEN, 1 ORANG DARI KESBANGPOL
3. Peserta
Sasaran peserta diskusi publik
berjumlah 100 orang yang terdiri dari:
a. Organisasi Kemasyarakat
b. Akademisi
c. Aktivis Mahasiswa
d. Aktivis LSM
E.
WAKTU PELAKSANAAN
Hari dan Tanggal : 25 April 2013
Waktu : 08.30 – selesai
Tempat : TOLONG DI ISI ..................
F.
SUSUNAN PANITIA
(Terlampir)
G.
JADWAL KEGIATAN
(Terlampir)
H.
RANCANGAN ANGGARAN BIAYA
(Terlampir)
I.
PENUTUP
Demikian Proposal ini dibuat untuk
dapat digunakan sebagaimana mestinya.
Pamekasan, 25 Februari 2013
Yayasan Perduli Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
QADAR MAUFIRAH
Ketua
LAMPIRAN I
SUSUNAN ACARA KEGIATAN
SEMINAR IDEOLOGI PANCASILA
“AKTUALISASI PENGAMALAN PANCASILA
DAN UUD 1945 SEBAGAI IDEOLOGI BANGSA DAN NEGARA”
KERJASAMA
DIRJEND KESBANGPOL KEMENTRIAN DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA DENGAN YP-IPTEK
|
Waktu
|
Kegiatan
|
Petugas
|
Keterangan
|
|
07.00 – 07.30
|
Registrasi & Pembagian Seminar Kit
|
Kesekretariatan
|
Panitia
|
|
08.00 – 08.30
|
Pembukaan
|
1. Menyayikan Lagu Indonesia Raya
2. Sambutan Ketua YP-IPTEK
3. Sambutan utusan dari Dirjend Kesatuan Bangsa Dan Politik Kementerian Dalam Negeri
sekaligus Membuka Acara
4. Doa/Penutup
|
MC
|
|
08.30 – 19.00
|
Keynote
Speaker
|
“Aktualisasi Pengamalan Pancasila
dan UUD 1945 sebagai Ideologi Bangsa dan Negara”
(Utusan Dirjend
Kesatuan Bangsa Dan Politik Kementrian
Dalam Negeri Republik Indonesia)
|
MC
|
|
09.00 –
10.30
|
SesiI
|
“Nilali-nilai
Pancasila sebagai Dasar dan Ideologi Negara”
Pembicara:
PEMATERI 1 ORANG DOSEN, 1 ORANG AKTIFIS LSM
|
Moderator
|
|
10.30
– 10.45
|
Coffe Break
|
-
|
Panitia
|
|
10.45 –
12.15
|
SesiII
|
“Pancasila sebagai Ideologi Terbuka dalam Menghadapi Era
Globalisasi”
Pembicara:
PEMATERI 1 ORANG DOSEN, 1 ORANG DARI KESBANGPOL
|
Moderator
|
|
12.15 – 12.30
|
Penutupan
|
1.
Penutupan
2.
Do’a
|
MC
|
|
12.30 - Selesai
|
Makan
Siang
|
-
|
Panitia
|
LAMPIRAN
II
SUSUNAN PANITIA
KEGIATAN
SEMINAR
IDEOLOGI
PANCASILA
“AKTUALISASI PENGAMALAN PANCASILA DAN UUD 1945 SEBAGAI IDEOLOGI BANGSA DAN
NEGARA”
KERJASAMA
DIRJEND KESBANGPOL KEMENTRIAN DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA DENGAN YP-IPTEK
Penasehat
: 1.
Kepala Bakesbang dan
Linmas Kabupaten Pamekasan.
2. Dewan Penasehat YP-IPTEK
Penanggungjawab : Ketua YP-IPTEK
(Qadar
Maufirah)
Ketua Pelaksana : ...................................................................
Sekretaris : ..................................................................
Bendahara : ...................................................................
Div
Humas dan Acara : .................................................................
.................................................................
Div Kesekretariatan : ..................................................................
Div Pubdekdok : .................................................................
Div
Perlengkapan : .....................................................................
Pamekasan, 25 Februari 2013
Yayasan Perduli Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
QADAR MAUFIRAH
Ketua
LAMPIRAN III
RANCANGAN ANGGARAN BIAYA
SEMINAR
IDEOLOGI
PANCASILA
“AKTUALISASI PENGAMALAN PANCASILA DAN UUD 1945 SEBAGAI IDEOLOGI BANGSA DAN
NEGARA”
KERJASAMA
DIRJEND KESBANGPOL KEMENTRIAN DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA DENGAN YP-IPTEK
|
No.
|
Uraian
|
Volume
|
Satuan (Rp)
|
Jumlah (Rp)
|
|
|
1.
|
Honorarium
Nara Sumber
|
4
|
Orang
|
1,500,000
|
6,000,000
|
|
2.
|
Honorarium
Moderator
|
2
|
Orang
|
500,000
|
1,000,000
|
|
3.
|
Honorarium
MC
|
1
|
Orang
|
300,000
|
300,000
|
|
4.
|
Honorarium
Dirigen
|
1
|
Orang
|
200,000
|
200,000
|
|
5.
|
Honorarium
Baca Doa
|
1
|
Orang
|
200,000
|
200,000
|
|
6.
|
Honorarium
Panitia
|
10
|
Orang
|
500,000
|
5,000,000
|
|
7.
|
Konsumsi
|
110
|
Orang
|
40,000
|
4,400,000
|
|
8.
|
Spanduk
|
2
|
Buah
|
350,000
|
700,000
|
|
9.
|
Seminar
Kit
|
1
|
Paket
|
-
|
1,900,000
|
|
10.
|
Alat
Tulis Kantor (ATK)
|
1
|
Paket
|
-
|
1,000,000
|
|
11.
|
Sewa
Mobil
|
2
|
Hari
|
400,000
|
800,000
|
|
12.
|
Penggandaan
Materi
|
2000
|
Lembar
|
200
|
400,000
|
|
13.
|
Jilid
Laporan
|
3
|
Buah
|
200,000
|
600,000
|
|
14.
|
Dokumentasi
|
1
|
Set
|
-
|
500,000
|
|
15.
|
Sewa
Tempat
|
1
|
Paket
|
-
|
2,000,000
|
|
16.
|
Bantuan
Transport Peserta
|
100
|
Orang
|
75,000
|
7,500,000
|
|
17.
|
Konsumsi
Rapat Persiapan
|
1
|
Paket
|
-
|
500,000
|
|
18.
|
Sertifikat
|
100
|
Buah
|
50,000
|
5,000,000
|
|
19.
|
Sewa
Laptop + Infocus
|
1
|
Paket
|
-
|
1,500,000
|
|
20.
|
Konsumsi
Rapat Evaluasi
|
1
|
Paket
|
-
|
500,000
|
|
Jumlah
Total
|
40,000,000
|
||||
Pamekasan, 25 Februari 2013
Yayasan Perduli Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
QADAR MAUFIRAH
Ketua



![]() |
