Jumat, 26 Juli 2013

PROPOSAL YP_IPTEK


A.  PENDAHULUAN

Pancasila sebagai filsafat bangsa/negara dihubungkan dengan fungsinya sebagai dasar negara, yang merupakan landasan ideal bangsa Indonesia dan negara republik Indonesia dapat disebut pula sebagai ideologi nasional atau disebut juga sebagai ideologi negara. Artinya pancasila merupakan ideologi yang dianut oleh negara (penyelenggaraan negara dan rakyat) Indonesia secara keseluruhan, bukan milik atau monopoli seseorang atau sekelompok orang, disamping masih adanya beberapa ideologi yang dianut oleh masyarakat indonesia yang lain sepanjang tidak bertentangan dengan ideologi negara, sebab pancasila merupakan kristalisasi nilai-nilai kebenaran yang telah dipilih oleh para pendiri negara ini, yang mana lima dasar atau lima silanya merupakan satu rangkaian kesatuan yang tidak terpisahkan walaupun terbedakan sebagai dasar dan ideologi pemersatu.
Sebagai suatu rumusan dasar filsafat negara atau dalam kedudukan sebagai ideologi negara yang dikandung oleh pembukaan UUD 1945 ialah pancasila. Rumusan pancasila itu dapat pula disebut sebagai rumusan dasar cita negara (staatidee) dan sekaligus dasar dari cita hukum (rechtidee) negara republik Indonesia.
Sebagai cita negara, ia dirumuskan berdasarkan cita yang hidup di dalam masyarakat (volksgeemenshapidee) yang telah ada sebelum negara itu didirikan. Memang sebelum negara republik indonesia berdiri, masyarakat telah ada sejak berabad-abad silam. Terbentuknya suatu masyarakat pada umumnya terjadi secara alamiah.masyarakat kemudian mengembangkan citanya sendiri, yang berisi cita-cita, harapan-harapan, keinginan-keinginan, norma-norma dan  bentuk-bentuk ideal masyarakat yang dicita-citakannya. Cita negara dirumuskan berdasarkan cita yang hidup dalam masyarakat yang tadi sebagai hasil refleksi filosofis.
Petanyaan yang mendasar dan ilmiah adalah Apakan pancasila itu sebagai ideologi? Dan jika sebagai ideologi apakah sebagai ideologi tertutup atau ideologi terbuka dan di mana letak terbukanya?
Secara wacana akademik istilah ideologi pada awalnya digunakan oleh seorang filsuf Prancis, ANTOINE DETUTT DE TRACY, yang diartikannya “ilmu pengetahuan mengenai gagasan-gagasan (science of ideas). Istilah ini mula-mula mengandung konotasi politik karena pengguanaannya berhubungan dengan epistmologi ilmu pengetahuan.
Dalam sejarahnya istilah ideooggi baru behubungan dengan kehidupan politik setelah Napoleon Bonaparte dari Prancis menanamkan semua orang yang menentang gagasan-gagasan “patriotik” yang dikemukakannya sebagai hukum “ideologis”. Bagi Napoleon, ideologi adalah pemikiran-pemikiran khayali kaum idealis yang menghalang-halangi pencapaian tujuan-tujuan revolusioner.
Istilah ini semakin popular pada abad peprtengahan ke-19 setelah Karl Marx menerbitkan buku german Ideology. Menurut ideologi hanyalah kesadaran yang palsu, ideologi adalah kesadaran sebua ideologi kelas sosial dan ekonomi dalam masyarakat demi memperahankan kepantingan-kepentingan mereka.
Dan sejarah mencatat, sebagai akibat yang ditimbulkan oleh ideologi KARL MARX sejak kemenangan revolusi kaum Bolsjevic di Rusia pada tahun 1926 sampai masa keruntuhan komunisme pada tahun-tahun belakangan in. Kajian komprehensif dari sosiologi pengetahuan mengenai ideologi dipelopori oleh KARL MANNHEIM. Tokoh ini meneria dasar pemikiran Karl Marx bahwa ideologi adalah “kesadaran kelas”. Mann Heim membuat dua kategori ideologi, yaitu:
Pertama, ideologi yang bersifat particural.
Kedua, ideologi yang bersifat menyeluruh pada kategori pertama dimaksudkannya sebagai keyakinan-keyakinan yang tersusun secara sistematis dan terkait erat dengan kepentingan suatu kelas sosial dalam masyarakat.
Sedangkan pada kategori kedua diartikannya sebagi suatu sistem pemikiran yang menyeluruh mengenai semua aspek keidupan sosial. Ideologi dalam kategori ini bercita-cita melakukan transformasi sosial secara besar-besaran menuju bentuk tertentu. Jadi Mann Heim menganggap ideologi pada kaegori kedua ini tetap berada dalam batas-batas yang realistik dan berbeda dengan “utopia” yang hanya berisi gagasan-gagasan besar yang hampir tidak mungkin dapat diwujudkan.

B.  MAKSUD DAN TUJUAN

Tujuan pelaksanaan seminar ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan bagi seluruh lapisan masyarakat tentang ideologi pancasila dan UDD 1945 sebagai dasar negara republik Indonesia. Sebagai suatu rumusan dasar filsafat negara atau dalam kedudukan sebagai ideologi negara yang dikandung oleh pembukaan UUD 1945.

C.  NAMA, BENTUK DAN TEMA KEGIATAN

1.    Nama Kegiatan
Seminar Ideologi Pancasila
2.    Tema Kegiatan
Aktualisasi Pengamalan Pancasila  dan UUD 1945 sebagai Ideologi Bangsa dan Negara


D.  SUB TEMA, NARA SUMBER DAN PESERTA

1.    Sesi I
a.    Tema: “Nilali-nilai Pancasila sebagai Dasar dan Ideologi Negara
b.    Nara Sumber:
-      PEMATERI 1 ORANG DOSEN, 1 ORANG AKTIFIS LSM


2.    Sesi II
a.    Tema: “Pancasila sebagai Ideologi Terbuka dalam Menghadapi Era
       Globalisasi
b.    Nara Sumber:
·         PEMATERI 1 ORANG DOSEN, 1 ORANG DARI KESBANGPOL

3.    Peserta
Sasaran peserta diskusi publik berjumlah 100 orang yang terdiri dari:
a.    Organisasi Kemasyarakat
b.    Akademisi
c.    Aktivis Mahasiswa
d.    Aktivis LSM

E.  WAKTU PELAKSANAAN
Hari dan Tanggal                 : 25 April 2013
Waktu                                     : 08.30 – selesai
Tempat                                   : TOLONG DI ISI ..................

F.  SUSUNAN PANITIA
(Terlampir)

G. JADWAL KEGIATAN
(Terlampir)

H.  RANCANGAN ANGGARAN BIAYA
(Terlampir)





I.     PENUTUP
Demikian Proposal ini dibuat untuk dapat digunakan sebagaimana mestinya.

Pamekasan, 25 Februari 2013
Yayasan Perduli Ilmu Pengetahuan dan Teknologi




QADAR MAUFIRAH
Ketua


LAMPIRAN I

SUSUNAN ACARA KEGIATAN
SEMINAR IDEOLOGI PANCASILA
“AKTUALISASI PENGAMALAN PANCASILA  DAN UUD 1945 SEBAGAI IDEOLOGI BANGSA DAN NEGARA”
KERJASAMA DIRJEND KESBANGPOL KEMENTRIAN DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA DENGAN YP-IPTEK

Waktu
Kegiatan
Petugas
Keterangan
07.00 – 07.30
Registrasi & Pembagian Seminar Kit
Kesekretariatan
Panitia
08.00 – 08.30
Pembukaan
1.    Menyayikan Lagu Indonesia Raya
2.    Sambutan Ketua YP-IPTEK
3.    Sambutan utusan dari Dirjend Kesatuan Bangsa Dan Politik Kementerian Dalam Negeri sekaligus Membuka Acara
4.    Doa/Penutup
MC
08.30 – 19.00
Keynote Speaker
“Aktualisasi Pengamalan Pancasila  dan UUD 1945 sebagai Ideologi Bangsa dan Negara”
(Utusan Dirjend Kesatuan Bangsa Dan Politik Kementrian Dalam Negeri  Republik Indonesia)
MC
09.00 – 10.30
Sesi
Nilali-nilai Pancasila sebagai Dasar dan Ideologi Negara
Pembicara:
PEMATERI 1 ORANG DOSEN, 1 ORANG AKTIFIS LSM


Moderator
10.30 – 10.45
Coffe Break
-
Panitia
10.45 – 12.15
SesiII
Pancasila sebagai Ideologi Terbuka dalam Menghadapi Era Globalisasi
Pembicara:
PEMATERI 1 ORANG DOSEN, 1 ORANG DARI KESBANGPOL

Moderator
12.15 12.30
Penutupan
1.    Penutupan
2.    Do’a
MC
12.30 - Selesai
Makan Siang
-
Panitia





LAMPIRAN II

SUSUNAN PANITIA KEGIATAN
SEMINAR IDEOLOGI PANCASILA
“AKTUALISASI PENGAMALAN PANCASILA  DAN UUD 1945 SEBAGAI IDEOLOGI BANGSA DAN NEGARA”
KERJASAMA DIRJEND KESBANGPOL KEMENTRIAN DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA DENGAN YP-IPTEK


Penasehat                                :   1. Kepala Bakesbang dan Linmas Kabupaten Pamekasan.
                                                        2.   Dewan Penasehat YP-IPTEK
Penanggungjawab                 :   Ketua YP-IPTEK
                                                      (Qadar Maufirah)
Ketua Pelaksana                     :    ...................................................................
Sekretaris                                  :    .................................................................. 
Bendahara                               :    ...................................................................
Div Humas dan Acara            :    .................................................................
                                                        .................................................................
Div Kesekretariatan                :   ..................................................................
Div Pubdekdok                        :   .................................................................
Div Perlengkapan                   :   .....................................................................
                                                       

Pamekasan, 25 Februari 2013
Yayasan Perduli Ilmu Pengetahuan dan Teknologi




QADAR MAUFIRAH
Ketua
LAMPIRAN III
RANCANGAN ANGGARAN BIAYA
SEMINAR IDEOLOGI PANCASILA
“AKTUALISASI PENGAMALAN PANCASILA  DAN UUD 1945 SEBAGAI IDEOLOGI BANGSA DAN NEGARA”
KERJASAMA DIRJEND KESBANGPOL KEMENTRIAN DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA DENGAN YP-IPTEK


No.
Uraian
Volume
Satuan (Rp)
Jumlah (Rp)
1.
Honorarium Nara Sumber
4
Orang
1,500,000
6,000,000
2.
Honorarium Moderator
2
Orang
500,000
1,000,000
3.
Honorarium MC
1
Orang
300,000
300,000
4.
Honorarium Dirigen
1
Orang
200,000
200,000
5.
Honorarium Baca Doa
1
Orang
200,000
200,000
6.
Honorarium Panitia
10
Orang
500,000
5,000,000
7.
Konsumsi
110
Orang
40,000
4,400,000
8.
Spanduk
2
Buah
350,000
700,000
9.
Seminar Kit
1
Paket
-
1,900,000
10.
Alat Tulis Kantor (ATK)
1
Paket
-
1,000,000
11.
Sewa Mobil
2
Hari
400,000
800,000
12.
Penggandaan Materi
2000
Lembar
200
400,000
13.
Jilid Laporan
3
Buah
200,000
600,000
14.
Dokumentasi
1
Set
-
500,000
15.
Sewa Tempat
1
Paket
-
2,000,000
16.
Bantuan Transport Peserta
100
Orang
75,000
7,500,000
17.
Konsumsi Rapat Persiapan
1
Paket
-
500,000
18.
Sertifikat
100
Buah
50,000
5,000,000
19.
Sewa Laptop + Infocus
1
Paket
-
1,500,000
20.
Konsumsi Rapat Evaluasi
1
Paket
-
500,000
Jumlah Total
40,000,000



Pamekasan, 25 Februari 2013
Yayasan Perduli Ilmu Pengetahuan dan Teknologi




QADAR MAUFIRAH
Ketua



PROPOSAL



SEMINAR IDEOLOGI PANCASILA
















"AKTUALISASI PENGAMALAN PANCASILA  DAN UUD 1945 
SEBAGAI IDEOLOGI BANGSA DAN NEGARA"
Pamekasan 2013