HEMOFILIA
by: Moh. Awnul Aliem
Hemofilia adalah
kelainan perdarahan yang diturunkan yang disebabkan adanya kekurangan faktor
pembekuan. hemofilia A timbul jika ada defek gen yang menyebabkan kurangnya
faktor pembekuan VIII (FVII) sedangkan hemofilia B disebabkan kurangnya faktor
pembekuan IX (FIX). hemofilia A dan B tidak dibedakan karena mempunyai tampilan
klinis yang mirip dan pola pewarisan gen yang serupa. hemofilia adalah salah
satu penyakit genetik tertua yang pernah dicatat. kelainan perdarahan yang
diturunkan yang terjadi pada seorang laki-laki tercatat dalam berkas Talmud pada Abad
Kedua. sejarah modern dari hemofilia dimulai pada tahun 1803 oleh John Otto yang menerangkan
adanya anak yang menderita hemofilia, diikuti oleh Nasse pada tahun 1820 yang
pertamakali mereview hemofilia. Wright pertama kali
mendemonstrasikan adanya bukti suatu defek pada proses pembekuan darah pada
hemofilia tahun 1893, namun faktor VIII (FVIII) belum teridentifikasi sampai
pada tahun 1937 ketika Patek dan Taylor berhasil mengisolasi faktor
pembekuan dari darah,
yang saat itu mereka sebut sebagai faktor antihemofilia (AHF).
Suatu bioasai dari faktor VIII
diperkenalkan pada tahun 1950. walaupun hubungan antara FVIII dan faktor von Willbrad
(vWF) saat ini telah diketahui, namun hal ini tidak disadari saat itu. pada
tahun 1953, kurangnya faktor VIII pada pasien dengan defisiensi vWF pertama
kali diterangkan. lalu penelitian berikutnya oleh Nilson dan kawan-kawan
mengindikasikan adanya interaksi antara 2 faktor pembekuan tadi.
Pada tahun 1952, penyakit christmas
pertama kali dideskripsikan dan nama penyakit tersebut diambil dari nama
keluarga pasien pertama yang diteliti secara menyeluruh. penyakit ini sangat
berbeda dari hemofilia karena pencampuran plasma pasien penyakit christmas dengan
plasma pasien hemofilia menormalkan masa pembekuan (clotting
time/CT) karena itu hemofilia A dan B kemudian dibedakan.
Pada awal tahun 1960an, kriopresipitat adalah
konsentrat yang pertama kali ada untuk terapi hemofilia. pada tahun 1970an, lyophilized
intermediate-purity concentrates atau konsentrat murni liofil menengah
pertama kali dibuat dari kumpulan darah donor. sejak saat itu terapi hemofilia
secara dramatis berhasil meningkatkan harapan hidup penderitanya dan dapat
memfasilitasi mereka untuk pembedahan dan perawatan di rumah
Pada tahun 1980an, risiko tertular penyakit yang
berasal dari konsentrat FVII pertamakali diketahui. kebanyakan pasien dengan
hemofilia berat terinfeksi oleh penyakit hepatitis B
dan hepatitis
C. pada akhir tahun 1980an hampir semua pasien hemofilia berat terinfeksi hepatitis A,
hepatitis
B, hepatitis
C dan HIV. teknik virisidal terbaru kemudian
ditemukan dan efektif membunuh virus-virus tersebut. standar terbaru
tatalaksana hemofilia sekarang menggunakan konsentrat FVIII rekombinan sehingga
dapat menghilangkan risiko tertular virus.
RIWAYAT PENYAKIT.
Dalam anamnesa biasanya akan
di dapatkan riwayat adanya salah seorang anggota keluarga laki-laki yang
menderita penyakit yang sama yaitu adanya perdarahan abnormal. Beratnya
perdarahn bervariawsia akan tetapi biasanya beratnya perdarahan itu sama dalam
satu keluarga. Sering perdarahan akibat sirkulasi adalah manifestasi pertama
pada seseorang menderita hemofili. Oleh karena perdarahan dimulai sejak kecil
sehingga haemarhtros ( sebagai akibat jatuh pada saat kelenjar berjalan yang
menyebabkan perdarahan sendi merupakan gejala yang paling sering dijumpai dari
penderita hemofili ini.
KELAINAN FISIK
Kelainan fisik tergantung dari
perdarahan yang sedang terjadi yang dapat berupa hematom di kepala atau
extrinitis. dan juga sering dijumpai hemartrasi. Tentu didaerah hematom akan
ada perasaan nyeri. Jarang terjadi gangren. Perdarahan interstial akan
menyebabk atrofi otot, pergerakan akan terganggu, dan kadang-kadang menyebabkan
neuritis perifer.
Pemeriksaan hematologis Jumlah trombosit normal. Waktu perdarahan
normal. Rumple leede negatif. Waktu pembekuan dan prothrombin consumpsion test
abnormal.Diagnosa pasti
Diagnosa pasti hemofilia atas dasar pemeriksaan generasi tromboplastin.
Komplikasi
Komplikasi yang dapat timbul
adalah akibat dari perdarahan atau transfusi darah. Komplikasi akibat
perdarahan adalah anemia, ambulasis atau deformitas sendi,atrofi otot atau
neuritis.
Terapi
Terapi akibat perdarahan akut
adalah pemberian F VIII. Sekarang sudah ada F VIII yang dapat di berikan secara
intra vena, dan apabila tidak mempunyai F VIII maka dapat di berikan
kriopresipitat (plasma yang didinginkan) atau di berikan transfusi darah segar.
Prognosis
Tersedianya fasilitas darah
segar,kropresipitat dan F VIII menyebabkan prognosis hemofilia menjadi baik.
Apa Itu Hemofilia
?
Hemofilia
berasal dari bahasa Yunani Kuno, yang terdiri dari dua kata yaitu haima
yang berarti darah dan philia yang berarti cinta atau kasih
sayang.Hemofilia adalah suatu penyakit yang diturunkan, yang artinya diturunkan
dari ibu kepada anaknya pada saat anak tersebut dilahirkan.
Darah
pada seorang penderita hemofilia tidak dapat membeku dengan sendirinya secara
normal. Proses pembekuan darah pada seorang penderita hemofilia tidak secepat
dan sebanyak orang lain yang normal. Ia akan lebih banyak membutuhkan waktu
untuk proses pembekuan darahnya.
Penderita
hemofilia kebanyakan mengalami gangguan perdarahan di bawah kulit; seperti luka
memar jika sedikit mengalami benturan, atau luka memar timbul dengan sendirinya
jika penderita telah melakukan aktifitas yang berat; pembengkakan pada
persendian, seperti lulut, pergelangan kaki atau siku tangan. Penderitaan para
penderita hemofilia dapat membahayakan jiwanya jika perdarahan terjadi pada
bagian organ tubuh yang vital seperti perdarahan pada otak.
Hemofilia A dan B
Hemofilia terbagi atas dua jenis, yaitu :
|
-
|
Hemofilia A; yang dikenal juga dengan
nama :
|
||||
|
|
|
||||
|
|
|
||||
|
-
|
Hemofilia B; yang dikenal juga dengan nama
:
|
||||
|
|
|
Bagaimana ganguan pembekuan darah itu dapat terjadi?
Gangguan itu dapat terjadi
karena jumlah pembeku darah jenis tertentu kurang dari jumlah normal, bahkan
hampir tidak ada. Perbedaan proses pembekuan darah yang terjadi antara orang
normal (Gambar 1) dengan penderita hemofilia (Gambar 2).
Gambar 1 dan Gambar 2 menunjukkan pembuluh darah yang terluka di dalam darah tersebut terdapat faktor-faktor pembeku yaitu zat yang berperan dalam menghentukan perdarahan.
Gambar 1 dan Gambar 2 menunjukkan pembuluh darah yang terluka di dalam darah tersebut terdapat faktor-faktor pembeku yaitu zat yang berperan dalam menghentukan perdarahan.
![]() |
|
||||||||
|
Gambar
1
|
|
||||||||
|
|
|
|
![]() |
||||||||
|
|
Gambar
2
|
Seberapa banyak penderita hemofilia ditemukan ?
Hemofilia A atau B adalah suatu
penyakit yang jarang ditemukan. Hemofilia A terjadi sekurang - kurangnya 1 di
antara 10.000 orang. Hemofilia B lebih jarang ditemukan, yaitu 1 di antara
50.000 orang.
Siapa saja yang dapat mengalami hemofilia ?
Hemofilia tidak mengenal ras, perbedaan warna kulit
atau suku bangsa.
Hemofilia paling banyak di
derita hanya pada pria. Wanita akan benar-benar mengalami hemofilia jika
ayahnya adalah seorang hemofilia dan ibunya adalah pemabawa sifat (carrier).
Dan ini sangat jarang terjadi. (Lihat penurunan Hemofilia)
Sebagai penyakit yang di
turunkan, orang akan terkena hemofilia sejak ia dilahirkan, akan tetapi pada
kenyataannya hemofilia selalu terditeksi di tahun pertama kelahirannya.
Tingkatan Hemofilia
Hemofilia A dan B dapat di golongkan dalam 3
tingkatan, yaitu :
|
Penderita hemofilia parah/berat yang hanya memiliki kadar
faktor VIII atau faktor IX kurang dari 1% dari jumlah normal di dalam darahnya,
dapat mengalami beberapa kali perdarahan dalam sebulan. Kadang - kadang
perdarahan terjadi begitu saja tanpa sebab yang jelas.
Penderita hemofilia sedang lebih jarang mengalami perdarahan
dibandingkan hemofilia berat. Perdarahan kadang terjadi akibat aktivitas tubuh
yang terlalu berat, seperti olah raga yang berlebihan.
Penderita
hemofilia ringan lebih jarang mengalami perdarahan. Mereka mengalami masalah
perdarahan hanya dalam situasi tertentu, seperti operasi, cabut gigi atau
mangalami luka yang serius. Wanita hemofilia ringan mungkin akan pengalami
perdarahan lebih pada saat mengalami menstruasi.
Apa Jenis Mutasi Gen Penyebab
hemofilia?
|
Hemofilia adalah suatu kondisi yang memperlambat
proses pembekuan dalam tubuh dan membuat orang berdarah lebih dari biasanya.
Juga, orang-orang yang memiliki perdarahan hemofilia parah lagi dan juga
menderita perdarahan spontan pada sendi dan otot.
|
|
Hemofilia diklasifikasikan ke dalam dua jenis dan
mereka adalah kelas A dan kelas B hemofilia hemofilia.
Orang-orang yang memiliki kelas
A hemofilia lebih umum dan mereka menderita dengan tingkat rendah Faktor VIII,
yang menyebabkan pembekuan darah. Orang-orang yang memiliki kelas B hemofilia,
juga dikenal sebagai penyakit Natal, menderita dari tingkat rendah faktor IX
yang berarti faktor pembekuan darah tidak ada. Kedua jenis hemofilia, faktor
VIII dan faktor IX, disebabkan karena perubahan permanen yang dibuat pada
struktur gen. Mutasi genetik memainkan peran besar dalam pembuatan protein yang
diperlukan untuk pembekuan darah dan mutasi yang salah dapat menyebabkan
kerusakan dalam proses pembekuan darah.
Hemofilia A adalah kondisi yang
langka dan satu dari sepuluh ribu laki-laki yang diketahui menderita dari itu.
Hemofilia B lebih jarang dan satu di dua puluh ribu laki-laki yang diketahui
menderita dari itu. Seseorang yang menderita gangguan ini pertama-tama akan
menemukannya ketika ia melihat bahwa darah mengalir non stop bahkan untuk yang
sederhana prosedur gigi, ekstraksi gigi, memar dan sebagainya. Ini adalah
gejala pertama biasanya orang pemberitahuan. Juga, pendarahan spontan bersama
adalah salah satu gejala yang paling umum untuk menjadi perhatian pada orang
dengan kondisi ini.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar